Kondisi Geografis

Desa Selobanteng terletak di Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo memiliki luas administrasi 104,200 Ha. Desa ini terdiri dari 4 Dusun, yaitu Dusun Krajan, Dusun Beringin, Dusun Bunut, Dusun Jatian. Adapun batasa-batas wilayah desa sebagai berikut :

  • Sebelah Utara ¬†: Desa Banyuglugur
  • Sebelah Timur : Desa Telempong
  • Sebelah Selatan : Desa tepos
  • Sebelah Barat : Kabupaten Probolinggo

Pola pembangunan lahan di Desa Selobanteng lebih didominasi oleh kegiatan pertanian pangan yaitu palawija (padi, jagung), dengan menggunakan sistem pengairan  Irigasi dan Tadah Hujan.

Desa Selobanteng merupakan salah satu desa yang memiliki letak yang cukup strategis. Secara stategis Desa Selobanteng wilayah Utara ini berbatasan dengan Desa Banyuglugur dan terdapat area Kehutanan, sedangkan wilayah Selatan Desa Tepos ini terdapat hutan sengan wilayah Barat yang berbatasan dengan Desa Curah Temu Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo dan wilayah Timur berbatasan dengan Desa Telempong. Demikian juga kondisi lahan yang relatif tinggi dan subur sangat mendukung produk hasil pertanian dan kehutanan.

Transportasi antar daerah cukup lancar, hal ini karena Desa Selobanteng dihubungkan jalan dsa yang menghubungkan antar dusun maupun antar desa, Desa Selobanteng juga memiliki akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Banyuglugur aktivitas mobilisasi di Desa Selobanteng cukup tinggi, khususnya mobilisasi angkutan hasil-hasil pertanian maupun sumber-sumber kegiatan ekonomi lainnya. Selain itu juga didukung oleh fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Namun demikian disamping sebagai potensi desa, hal diatas tersebut juga sebagai penyebab terjadinya permasalahan yang akhirnya menimbulkan berbagai permasalahan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, dan kenakalan remaja. Hal tersebut terjadi karena keberadaan potensi tersebut kurang ditunjang oleh infrastruktur yang memadai dan sumber aya manusia yang memadai.

Misalnya keberadaan lahan pertanian yang luas di Desa Selobanteng tidak dapat mengangkat derajat hidup petani Desa Selobanteng karena produktifitas pertaniannya tiddak maksimal, hal tersebut disebabkan karena sarana irigasi yang kurang memadai serta sumberdaya para petani baik yang berupa modal maupun pengetahuan tentang sistem pertanian moderen relatif masih kurang. Akibatnya banyak para petani yang taraf hidupnya masih sangat jauh dari layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *